Cerita destinasi

Krakatau meletus dahsyat pada 1883 dan runtuh membentuk kaldera di Selat Sunda. Sekitar empat dekade kemudian, pada akhir 1920-an, gunung api baru muncul dari dasar laut dan terus tumbuh: Anak Krakatau. Kawasan ini termasuk Cagar Alam dan Cagar Alam Laut Krakatau di Lampung Selatan.

Perjalanan umumnya dimulai dari dermaga di Kalianda, Lampung Selatan, dengan perahu cepat sekitar satu setengah hingga dua jam. Sepanjang jalan, laut biru berganti pemandangan pulau vulkanik, dan pengunjung biasanya singgah di pulau sekitar untuk snorkeling.

Perhatian penting: aktivitas Anak Krakatau berubah-ubah. Longsoran pada Desember 2018 memicu tsunami di Selat Sunda dan mengubah bentuk gunung ini. Akses ditentukan oleh status vulkanik dari PVMBG, jadi pastikan jalur resmi dan operator terpercaya sebelum berangkat.

Mengapa layak dikunjungiMenyaksikan gunung api yang lahir dari salah satu letusan paling terkenal dalam sejarah dunia, langsung dari laut.

Daya tarik & objek wisata

Anak KrakatauPulau SebesiPulau RakataDermaga Canti, KaliandaSnorkeling perairan Krakatau

Aktivitas yang bisa dilakukan

Bahari

SnorkelingBerlayar

Petualangan

Wisata gunung api

Kuliner Khas yang Wajib Dicoba

Di Gunung Anak Krakatau, cicipi Seruit dan Kemplang. Kuliner daerah lain

Seruit, kuliner khas Lampung
Lampung

Seruit

Ikan bakar atau goreng yang dimakan bersama sambal terasi, tempoyak, dan lalapan. Biasanya disantap beramai-ramai.

Kemplang, kuliner khas Lampung
Lampung

Kemplang

Kerupuk ikan pipih yang dipanggang hingga renyah. Oleh-oleh yang tahan lama.

Tips perjalanan

  • Periksa status aktivitas Anak Krakatau dari sumber resmi sebelum berangkat; akses bisa ditutup.
  • Gunakan operator kapal berizin dan pastikan tersedia pelampung untuk semua penumpang.
  • Bawa pelindung kepala dan alas kaki tertutup; batuan vulkanik tajam dan panas.
  • Jangan mengambil batu atau pasir dari kawasan cagar alam.

Paket open trip ke Gunung Anak Krakatau

1 paket tersedia, mulai Rp1.150.000.

Destinasi lainnya